Pemukulan Gong oleh Sekjen KKP, Sjarief Widjaja yang didampingi oleh perwakilan Duta Besar Belanda, H.E. Rob Swartbol dan Direktur Pesisir dan Lautan, M. Eko Rudianto sebagai tanda dibukanya kegiatan "Workshop and Launching on Building with Nature Program
Rapat Koordinasi Dengan Pemda/ Kab. dan Kota
Dirjen KP3K, Sudirman Saad didampingi oleh Sekjen KKP, Sjarief Widjaja dan Direktur KKJI, Agus Dermawan, memukul gong sebagai tanda Launching Program Anugerah E-KKP3K 2015, Jakarta (16/2).
Dirjen KP3K, Sudirman Saad, memberikan sambutan sekaligus membuka acara Lokakarya Nasional Pengelolaan Kawasan Konservasi, Jakarta (16/2)

KKP LUNCURKAN PROGRAM ANUGERAH E-KKP3K 2015

17/02/2015 09:50

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan Program Anugerah E-KKP3K 2015 dalam kegiatan Lokakarya Nasional Pengelolaan Kawasan Konservasi yang dilaksanakan di Ballroom KKP hari ini, Senin (16/02). Program dwi tahunan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah …

DIREKTORAT JENDERAL KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL MENOLAK KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME    |    Sesuai KEPMEN-KP No. 4 tahun 2014, Kita harus berbuat konservasinya sekarang, sebelum manta punah selamanya    |   

PEMERINTAH MORATORIUM EKSPOR IKAN HIU MARTIL DAN HIU KOBOY

11/02/2015 - Kategori : KKJI

Belum lama ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 59 Tahun 2014 tentang Larangan Pengeluaran Ikan Hiu Koboi (Charcharinus longimanus) dan Hiu Martil (Spyrna spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia Ke Luar Wilayah Negara Republik Indonesia. Peraturan yang menghentikan sementara ekspor hiu ini dikeluarkan dalam rangka perbaikan populasi dan perbaikan manajemen pengelolaan perikanan hiu di Indonesia.Didalam peraturan tersebut disebutkan bahwa "Setiap orang dilarang mengeluarkan ikan Hiu Koboi (Carcharhinus longimanus) dan Hiu Martil (Sphyrna spp.) serta produk pengolahannya dari wilayah Negara Republik Indonesia ke luar wilayah Negara Republik Indonesia". Larangan pengeluaran Hiu Koboi (Carcharhinus longimanus) dan Hiu Martil (Sphyrna spp.) serta produk olahannya ini berlaku sampai dengan tanggal 30 November 2015. Hiu merupakan kelo…

BEDAH BUKU ENSIKLOPEDIA POPULER PULAU-PULAU KECIL NUSANTARA

11/02/2015 - Kategori : PPK

Bedah Buku Ensiklopedia Populer Pulau-Pulau Kecil Nusantara Provinsi Kalimanatan Selatan, Jumat 12 Desember 2014. Bertempat di Kampus Fakultas Perikanan dan Kelauatan Universitas Lambung mangkurat (UNLAM) di Banjarbaru, Provinsi kalimantan Selatan. Acara tersebut di hadiri sekitar 350 orang peserta yang terdiri dari undangan SKPD, wartawan, tokoh masyarakat, mahasiswa dan dosen. Pembicara : • Ir. Andi Rusandi, MSi (mewakili Dirjen KP3K-KKP-RI) • Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Si, M.Sc (Rektor UNLAM) • Prof. Dr. Ir. Dietrich Geoffry bangen, DEA (Ketua HAPPI) • Tri Agng Kristanto (Kepala Deks Nusantara Kompas) Moderator: • Dr. Ir. M. Ahsin Rifa’i, M.Si (FPK UNLAM)

DITJEN KP3K KEMBALI MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA NELAYAN TERKENA DAMPAK CUACA EKSTRIM BEKERJASAMA DENGAN BANK BRI

16/02/2012 - Kategori : PMPPU

Cuaca ekstrim dan gelombang tinggi yang terjadi akibat angin musim barat di wilayah perairan Indonesia secara langsung berdampak pada kehidupan nelayan. Nelayan jadi tidak dapat melaut sehingga mempengaruhi pada pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.Pemerintah khususnya Kementerian kelautan dan Perikanan sangat peduli dengan kondisi yang dialami oleh para nelayan. Guna mengurangi beban nelayan akibat dampak cuaca ekstrim Kementerian kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau- Pulau Kecil memberikan bantuan sembako kepada nelayan.Pemberian sembako dilakukan di pantai Depok Baru Kabupaten Bantul pada tanggal 15 Februari 2012. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan didampingi Dirjen KP3K dengan pihak pimpinan BRI. Sembako berupa 10 Kg beras, 2 liter minyak goreng, 1 dus mie instan dan 2 kg gula dengan total bantuan senilai Rp. 2…

DITJEN KP3K, KKP SELENGGARAKAN SEMINAR INTERNASIONAL DALAM RANGKA MEMPERINGATI 10 TAHUN BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI BANDA ACEH (2004-2014)

27/11/2014 - Kategori : TRLPPK

Dalam satu dekade terakhir, kita menyaksikan dua kejadian bencana tsunami yang sangat besar dengan kerugian baik ekonomi maupun korban jiwa yang sangat signifikan. Di Indonesia, kejadian gempa dan tsunami di Banda Aceh tahun 2004 menelan korban jiwa setidaknya 150,000 orang dan kerugian ekonomi mencapai 48 triliun, dimana khusus untuk bidang perikanan tercatat 12,300 kapal nelayan hancur di sepanjang pantai Provinsi NAD. Demikian disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam acara seminar internasional dalam ranga memperingati 10 tahun bencana gempa dan tsunami Banda Aceh, Jakarta (24/11)Kejadian tsunami besar berikutnya adalah tsunami di Jepang tahun 2011 yang memakan korban 18,000 jiwa dengan kerugian ekonomi sekitar 2,400 triliun rupiah atau ~1,5 APBN Indonesia tahun 2013, dengan kerugian di sektor perikanan sekitar 120 triliun rupiah. besarnya jumlah korban…

PENINGKATAN MITIGASI BENCANA DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM MELALUI PENGEMBANGAN KAPASITAS SDM

22/07/2014 - Kategori : Pesisir & Lautan

Peningkatan Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Pengembangan Kapasitas SDM               Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Kerentanan ini dipicu, salah satunya, akibat rendahnya kemampuan masyarakat dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim yang terjadi. Penguatan ketahanan masyarakat pesisir secara sosial, ekonomi dan lingkungan merupakan salah satu prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal ini antara lain berdasarkan pada pertimbangan bahwa sebagian besar masyarakat pesisir di Indonesia masih menghadapi empat persoalan pokok, yaitu pertama tingginya tingkat kemiskinan di wilayah pesisir; kedua tingginya kerusakan sumberdaya pesisir; ketiga kurangnya kemandirian organisasi sosial desa; dan keempat terb…

DITJEN KP3K IIKUT BERPARTISIPASI DI PAMERAN HARI NUSANTARA

16/12/2014 - Kategori : Sekretariat Ditjen

Kegiatan Pameran Hari Nusantara Expo 2014 mempunyai makna yang sangat strategis dan merupakan momentum untuk selalu mengingatkan kembali bahwa sumberdaya bidang kelautan adalah masa depan kita yang mampu menyediakan energi, makanan, dan sumber ekonomi untuk bangsa ini.   Perayaan Hari Nusantara 2014 ini mengusung tema: “Membangun Nusantara dengan Inovasi Maritim Anak Bangsa”. Dalam pameran ini juga bertujuan untuk memperkenalkan inovasi teknologi maritim, membangkitkan wawasan budaya bahari, mengembangkan industri pariwisata bahari, investasi daerah, hasil kerajinan maritim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.   Pameran Nusantara Expo 2014 ini merupakan sarana promosi produk unggulan daerah, pariwisata, teknologi dan industri kreatif serta secara konsisten memberikan distribusi untuk perdagangan dan pengunjung yang menciptakan dampak positif untuk p…

PENDATAAN JEJARING PEMANFAATAN HIU OLEH ENUMERATOR

10/03/2014 - Kategori : UPT Lingkup KP3K

Pada tahun 2013, Loka PSPL Serang melaksanakan kegiatan Identifikasi Potensi Jenis Ikan, khususnya hiu, yang dilakukan oleh Tenaga Enumerator fresh graduate selama 3 bulan. Pendataan tersebut dilakukan di 9 lokasi, antara lain :TPI Maringgai, Lampung Timur;TPI Bom, Lampung Selatan;TPI Binuangeun, Lebak;TPI Muara Angke, Jakarta Utara;TPI dan PPN Muara Baru, Jakarta Utara;PPN Pelabuhanratu, Sukabumi;TPI Cilacap, Cilacap;TPI Pemalang, Pemalang; danKota Semarang.Pendataan tersebut meliputi data hiu hasil tangkapan beku oleh nelayan penangkap ikan maupun hiu hasil tangkapan hidup oleh nelayan pulau untuk ikan hias, serta data jejaring pemanfaatan hiu mulai dari pengolahan, pasar lokal, restoran, sampai dengan lalu lintas ekspor. Hasil dari analisa menunjukkan bahwa tangkapan hiu terbesar didaratkan di Muara Baru yang ditangkap dari Perairan Mimika dan Samudera Hindia dengan rata-rata hasil t…

KOLOM Perspektif
  • Landasan Hukum Poros Maritim Dunia

    UU Kelautan juga mengakhiri kegamangan pengawasn dan penegakan hukum di laut akibat beroprasi hukum di laut akibat beroprasinya kapal pengawas berbagai unit kerja sektoral berdasarkan UU masing-masing.   Sepi tanpa polemik berarti. Rancangan Undang-Undang (RUU) Kelautan disahkan paripurna DPR persis di penghujung masa sidang 29 september lalu jelang tengah malam. RUU Kelautan itu sejatinya telah melampaui rentang waktu yang sangat panjang. Itu bermula ketika Presiden Abdurrahman Wahid membentuk Departemen Ekplorasi Laut dan Perikanan (DEL…